Hari ini aku ke Bank Mandiri Gejayan. Sambil nunggu antrian CS untuk temen2ku, kami ngobrol ttg investasi dan asuransi. Kebetulan temen2ku mau buka Tabungan Rencana Mandiri. Kalo aku kebetulan udah buka sejak setengah tahun yang lalu.
Awal cerita adalah ketika teman2ku udah di depan CS, otomatis aku sendirian sambil sibuk nyiapin form withdrawal dan transfer. Ada seorang wanita duduk disebelahku, cukup tomboy tapi dandan (pake lipstick juga hehe..). Dia tanya duluan “mbaknya dari AXA ya ?” Hihihi… aku tahu dia tanya gitu karena dia mendengarkan ketika aku sharing dengan teman2ku tadi soal investasi. Ngobrol punya ngobrol, kenalan juga, tuker2an kartu nama juga hehe.. So kepikiran deh aku untuk nawarin mbak P ini tentang bisnisku.
Wiwin: Mbak, tertarik dengan bisnis MLM ?
Mbak P: Saya dulu sudah banyak mengikuti bisnis MLM, mbak. Mungkin level saya malah lebih tinggi dari mbak Wiwin. Tapi MLM is nothing. (* Padahal aku blm cerita sedikitpun ttg MLM yg aku ikuti bahkan aku belum nyeritain ttg level aku sekarang *).
Wiwin: Mungkin karena mbaknya gak fokus..
Mbak P: Saya fokus. Bahkan semua staf di kantor saya tarik menjadi member saya, karena mereka semua tunduk sama saya.
Wiwin: Jadi mereka otomatis bersedia ya, mbak ?
Mbak P: Iya. Tapi menurut saya, bisnis MLM itu tak ada hasilnya mbak. Nothing. Itu hanya klise. Hanya pemaksaan.
Wiwin: Oh.. begitu ya…
Sampai disitu, saya gak mau nerusin obrolan soal bisnis MLM. Tidak akan mudah untuk meyakinkan orang yang pernah gagal di MLM. Akhirnya kami ngobrol yang lain. Ngobrolin bisnis kulinernya hehehe… Itu lebih melunakkan suasana. Dan hubungan perkenalan juga berlanjut dengan baik. Pas ninggalin kantor bank (kebetulan kami pulang duluan), aku sempatkan pamit dia dan aku bilang “thanks ya mbak.. kapan2 kalo ada launching warungnya please kabar-kabari.. kita2 suka wisata kuliner lho…”.. hehehehe…
Banyak hal yang bisa dipetik dari obrolan sedikit itu tadi. Next time ya…